• Home
  • Sumatera
    • Aceh
    • Sumatera Utara
    • Sumatera Barat
    • Riau dan Kepri
    • Sumatera Selatan
    • Jambi
    • Bengkulu
    • Bangka Belitung
    • Lampung
  • Jawa
    • DKI Jakarta
    • Banten
    • Jawa Barat
    • Yogyakarta
    • Jawa Tengah
    • Jawa Timur
  • Kalimantan
    • Kalimantan Barat
    • Kalimantan Tengah
    • Kalimantan Utara
    • Kalimantan Timur
  • Sulawesi
    • Sulawesi Selatan
    • Sulawesi Tengah
    • Sulawesi Barat
  • Bali NTB NTT
    • Bali
    • Lombok
    • Sumba
    • Flores
  • Maluku dan Papua
    • Maluku
    • Papua
instagram Email

dodonulis

blog catatan perjalanan

Berpergian seorang diri atau solo traveling adalah pengalaman yang wajib dicoba. Ada anggapan jika traveling sendirian itu merupakan akibat dari tidak mempunyai teman atau terlalu introvert. Anggapan tersebut menurut saya salah. Saya pribadi menyukai solo traveling karena bisa bebas menentukan arah dan tujuan. Lalu manfaat lainnya adalah saya lebih banyak waktu berinteraksi dengan warga lokal. Kisah lengkapnya tidak saya tulis di blog ini, karena segmennya yang berbeda.  Blog ini lebih menonjolkan sisi informatifnya saja.

Biasanya teman-teman terdekat merespon kecewa setelah saya traveling sendirian "kenapa gak ngajak-ngajak?" atau "kenapa gak ngabarin kalo ke sini? kan aku bisa nemenin keliling"  respon seperti ini diberikan oleh teman yang tinggal di kota yang saya datangi. Itulah alasan kenapa saya tidak megupdate sosial media ketika saya traveling, menghindari respon seperti itu karena saya benar-benar ingin berpergian sendirian.

Menurut Saya, Pulau Bali adalah tempat yang paling aman jika kalian ingin mencoba melakukan perjalanan seorang diri. Akses informasi yang melimpah, sewa kendaraan di mana-mana, dan penginapan yang banyak pilihan dari kelas ekonomis hingga kelas mewah. Flashback catatan perjalanan pada tahun 2018 yang lalu, saya pernah melakukan solo traveling ke Nusa Penida. Pada blogpost ini saya akan mengulas secara lengkap, mudah-mudahan membantu teman-teman yang ingin melakukan hal yang serupa.

Tips Solo Traveling ke Nusa Penida

Apakah bisa mengunjungi pulau ini selama satu hari saja? bisa banget, kalian bisa menumpang kapal cepat di pagi hari lalu kembali ke Pulau Bali pada penyeberangan terakhir di sore hari. Karena agak riskan ketinggalan kapal, saya sarankan buatlah Itinerary sederhana sebelum berangkat ke Nusa Penida. Itinerary ini sebagai time keeper, minimal kita tahu harus meninggalkan sebuah destinasi maksimal jam berapa.

Waktu satu hari di Nusa Penida tidaklah cukup untuk mengunjungi semua destinasi. Jadi tentukanlah destinasi prioritas yang paling ingin dikunjungi. Waktu itu saya harus rela tidak berkunjung ke diamond beach dan tidak turun ke bawah Pantai Kelingking karena waktunya tidak cukup. Kalau mau lebih puas, Traveling Nusa Penida selama dua atau tiga hari saja karena di Pulau ini terdapat penginapan.

Penyeberangan ke Nusa Penida

Untuk menuju Nusa Penida, Saya menyeberang dari Dermaga di Pantai Sanur. Kabar baiknya saat ini kondisi Dermaga kian nyaman setelah direnovasi. Tidak seperti saat saya datang pada tahun 2018 yang masih harus siap basah-basahan sebelum naik ke atas kapal :D.

Banyak penyedia jasa kapal cepat menuju Nusa Penida, seperti El Rey, Maruti, Sri Rejeki, dan lain-lain. Saat itu saya menggunakan kapal cepat El Rey Junior dan langsung memesan tiket PP melalui whatsapp. Saat ini tarif untuk menyeberang ke Nusa Penida adalah Rp 100.000 untuk sekali jalan dan Rp 200 ribu untuk pulang-pergi.

Sewa motor nusa penida

Untuk transportasi selama di Nusa Penida, saya menyewa sepeda motor. Tarif sewanya adalah Rp 75.000 per hari. Biasanya setelah penumpang keluar kapal, banyak orang yang langsung menawarkan motornya untuk disewa :D. Kabar baiknya kondisi jalan di Nusa Penida sudah jauh lebih baik dibanding tahun 2018 yang banyak berlobang. Terdapat satu SPBU yang letaknya di dekat pintu keluar Dermaga Nusa Penida, saya sarankan kalian mengisi bensin penuh terlebih dahulu.

Itinerary traveling Nusa Penida satu hari

Definisi itinerary merupakan rencana perjalanan yang kita susun untuk memudahkan kita mengatur kegiatan harian, destinasi wisata yang ingin didatangi, hingga estimasi biaya transportasi dan penginapan. Karena saya keliling Nusa Penida hanya satu hari saja jadinya saya tidak membuat rencana secara terperinci, hanya berisikan daftar destinasi yang saya kunjungi saja. Berikut ulasannya.  

1. Memotret Sunrise di Pantai Sanur

sunrise pantai sanur

Menikmati Sunrise di Pantai Sanur sebelum berangkat ke Nusa Penida adalah hal yang wajib. Menurut Saya, Pantai Sanur adalah tempat terbaik untuk menikmati keindahan matahari terbit di Pulau Bali. Saya tiba sekitar pukul 05.30 WITA, langit masih agak temaram namun sudah banyak pengunjung yang berdatangan. 

Semburat Jingga memencar di ufuk timur, perlahan terlihat matahari naik ke cakrawala. Saya langsung mencari posisi terbaik untuk memotret, sayang jika momen ini terlewatkan, indah sekali. Gunung Agung juga terlihat di kejauhan, semakin menambah magis suasana pagi yang syahdu di Pantai Sanur.

2. Perjalanan Kapal Cepat Nusa Penida

Lama perjalanan kapal cepat sekitar satu jam saja, keberangkatan pertama yaitu pada pukul 08.00 WITA. proses Check in dapat dilakukan satu jam sebelumnya. Saat di kapal, saya bertemu dengan empat teman baru yang berasal dari Surabaya. Kami pun mengeksplore Nusa Penida bersama-sama. Saat tahun 2018 kondisi sinyal di Nusa Penida masih susah, jadi saya beruntung ketemu teman yang bisa diajak mikir ke mana kira-kira arah jalan ke Pantai Kelingking dan Broken Beach yang banyak simpangannya wkwk.

3. Pantai Kelingking

pantai kelingking nusa penida

Tujuan pertama Kami saat itu adalah Pantai Kelingking, pantai unik yang populer sekitar tahun 2017. Ciri khas pantai ini adalah tebing yang menjorok ke laut dan katanya mirip seperti bentuk jari kelingking. Kalau diperhatikan lagi lebih mirip bentuk dinosaurus sih. 

Jangan harap bisa berfoto dan membuat video cinematic di pantai ini saat musim liburan. Karena ramainya minta ampun, untuk sekedar meniti anak tangganya saja harus antri. Itulah mengapa saya memutuskan untuk tidak turun ke bawah, meski pasir pantainya terlihat mengagumkan dan menggoda untuk dijelajahi.

4. Angel's Billabong

angels billabong nusa penida

Tujuan Kami selanjutnya adalah Angel's Billabong. Entahlah kenapa tempat ini dinamakan seperti ini, mungkin untuk memantik minat turis mancanegara untuk datang kali ya. Ada sebuah cekungan di bibir pantai yang berkarang, cekungan tersebut membentuk sebuah kolam alami. Namun sangat tidak disarankan untuk mandi di tempat ini karena ombak tinggi bisa saja datang tiba-tiba dan menyapu seisi kolam.

5. Broken Beach

broken beach nusa penida

Lokasi Broken Beach dan Angel's Billabong ini berdekatan. Kita tidak perlu berpindah tempat parkir untuk menuju Broken Beach, cukup berjalan kaki saja sekitar seratus meter. Saya harus berpisah dengan keempat teman yang lain di tempat ini, karena mereka memesan tiket menyeberang ke Bali jam dua siang, sementara saya memesan tiket jam empat sore. Jadilah saya melanjutkan petualangan ini sendirian lagi :D

Broken Beach atau Pantai Rusak dalam bahasa, dinamai seperti itu karena terdapat lubang besar seperti terowongan yang terbentuk secara alami. Lubang ini terbentuk karena abrasi akibat ombak air laut. Pantai ini dikenal juga dengan istilah Pasih Uug oleh warga lokal.

6. Crystal Bay Nusa Penida

crystal bay nusa penida

Crystal Bay adalah tempat terakhir yang saya datangi sebelum kembali ke Pulau Bali. Pantai berpasir dengan air laut birunya yang jernih. Kita bisa berenang dan snorkeling di sini, jadi saya sarankan kalian membawa baju ganti jika hendak berkunjung ke Nusa Penida. Pukul tiga sore saya beranjak kembali ke Dermaga, mengingat jadwal kapal cepat yang saya pesan pukul empat sore. Saya menggunakan kapal yang sama yaitu El Rey. 

Jika kalian ingin mencoba traveling sendirian, mungkin Nusa Penida bisa menjadi pilihan karena kemudahan akses dan keindahan alamnya yang mengangumkan. Semoga artikel ini bermanfaat :) salam takzim.

Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
pantai kelingking
Melanjutkan catatan sebelumnya mengenai sunrise di Pantai Sanur (Menyimak Mathari Terbit di Pantai Sanur Bali), Kali ini penulis melanjutkan perjalanan menuju Pulau Nusa Penida yang berada di sebelah tenggara Pulau Bali.

Cara Menuju Pulau Nusa Penida
Penulis menggunakan kapal cepat dari dermaga di dekat Pantai Sanur, lokasinya terletak di Jalan Sanur Beach Street Walk. Jika sobat kebingungan mencari lokasinya silahkan coba buka google maps dan ketikkan "sop ikan mak beng sanur", jarak dermaga kapal cepatnya tidak jauh dari tempat makan itu.

Jika sobat membawa kendaraan motor atau mobil, silahkan titipkan dulu ke tempat parkir yang telah disediakan di dekat Pantai Sanur. Karena kapal tidak bisa mengangkut kendaraan sobat. Tempat parkirnya aman kok.

Ada banyak penyedia jasa kapal cepat di Pelabuhan Kapal Cepat Pantai Sanur, seperti El Rey Junior, Sri Rejeki, The Tanis,  Maruti, dll. Harganya relatif sama dan lokasi loket kapal cepatnya berjejer di dekat dermaga. Di depan masing-masing loket tersedia jadwal keberangkatannya juga, baik dari Sanur maupun dari Nusa Penida.

Penulis saat itu menggunakan kapal cepat El Rey Junior, langsung memesan tiket PP. Penulis memesan jadwal keberangkatan dari Pelabuhan Sanur pukul 08.00 WITA, lalu jadwal kepulangan dari Nusa Penidanya pada pukul 17.00 WITA di hari yang sama. Lama perjalanan menuju ke Pulau Nusa Penida dengan kapal cepat sekitar satu jam

Bertemu Dengan Empat Orang Baik 
Penulis hanya datang sendiri di Bali, solo traveling. Ada beberapa alasan mengapa penulis menyukai berperjalanan sendiri, meskipun belum terlalu berani dan hanya memilah daerah-daerah yang relatif ramah bagi wisatawan. 
Ketika perjalanan ke Nusa Penida ini, penulis mengenal empat teman baru di Dermaga Sanur. Dua orang Laki-laki dan dua orang perempuan yang berasal dari Surabaya. Sebuah kebahagiaan mengenal kalian rek !

Setelah mengobrol selama di kapal cepat, mereka menawarkan untuk mengelilingi Nusa Penida bersama-sama, menemani penulis yang sendirian hahaha. Ketika sampai kami pun mengontak sewa motor yang sudah dipesan. 

Sewa Motor dan Kondisi Jalan
Ketika keluar dari kapal, ada banyak bapak-bapak penyedia jasa rental motor yang menawarkan motor mereka. Harga sewa motor di Pulau Nusa Penida adalah Rp.75.000/hari saat itu. Penulis menyewa motor merk Honda Vario. Ritual yang harus diperhatikan sebelum mengendarai motor sewaan adalah mengecek kondisi fisik motor.

Jalanan di Pulau Nusa Penida banyak ditemui lubang saat itu. Sobat Harus hati-hati dalam mengendarai motor, karena rawan oleng jika tidak fokus ! Saat itu sinyal Internet di pulau ini GSM (geser sedikit mati), jadi saat menggunakan GPS pada google maps agak kesusahan. Tetapi sobat bisa memanfaatkan petunjuk jalan yang ada di persimpangan-persimpangan jalan. Jika ragu jangan segan bertanya. Penduduk di Pulau Nusa Penida baik-baik kok.

Pantai Kelingking

kelingking beach nusa penida

Pantai unik ini sangat populer beberapa tahun belakangan ini. Ciri khasnya adalah terdapat satu buah tebing yang menjorok ke laut dan berbentuk seperti jari kelingking. Kalau dilihat-lihat bentuknya juga mirip dinosaurus ya. Ombak air laut yang pecah menghantam tebing menambah keelokan pantai ini.   

Saat itu pantai ini sedang ramai pengunjung, bahkan untuk berjalan meniti tangganya harus antri. Karena waktu penulis di Pulau Nusa Penida tidak banyak, penulis pun tidak jadi berjalan menuju ke bawah. Hanya foto dari atas saja, itupun harus sabar menunggu jalan kosong agar foto tidak bocor.

Angel's Billabong
angels billabong nusa penida
Penulis melanjutkan perjalanan menuju Angel's Billabong dan Broken Beach. Lokasinya yang berdekatan membuat penulis berjalan kaki setelah memarkirkan sepeda motor. Matahari sedang terik-teriknya saat itu, membuat keringat perlahan keluar dari badan.  Tetapi tidak mengurangi semangat penulis menuju kedua tempat cantik ini.

Angel's Billabong adalah kolam renang alami yang terletak diantara dua sisi batuan karang. Jika ingin berenang di sini harus memperhatikan cuaca dan ombak ya sob. Karena jika ombak sedang tinggi bisa menyapu kolam ini dan pengunjung tidak diperbolehkan untuk turun ke bawah. 

Warna airnya sangat menarik, berwarna hijau. Saat itu penulis tidak turun ke bawah dan hanya menyaksikan keindahan kolam ini dari atas saja.

Broken Beach (Pasih Uug)
broken beach nusa penida

Lokasinya hanya sekitar 100 meter dari Angel's Billabong, penulis melewati jalan yang sudah dibuat rapi dan disemen. Di sinilah penulis harus berpisah dengan keempat teman penulis, karena mereka harus kembali ke Dermaga untuk menyeberang kembali.

Kenapa disebut broken beach? Karena terdapat lubang seperti goa yang berada di tengah tebing. Lubang ini terbentuk karena abrasi akibat ombak air laut. Sobat bisa melewati jalan yang berada di atas lubang ini loh. Pantai ini juga dikenal dengan Pasih Uug oleh warga setempat.

Crystal Bay Nusa Penida
crystal bay nusa penida

Ini adalah tempat terakhir yang penulis sambangi di Pulau Nusa Penida. saat itu jarum jam sudah menunjukkan sekitar pukul tiga sore. Sebetulnya masih ada satu tempat lagi yang tertera di itinerary yaitu Pantai Atuh, tetapi karena waktu yang sepertinya tidak memungkinkan membuat penulis mengurungkan niat.

Penulis akhirnya memutuskan ke Crystal Bay saja, sebuah pantai yang menyajikan view air laut yang biru nan indah. Sobat dapat berenang dan snorkeling di sini. Saat itu penulis malas berganti pakaian. Jadinya hanya duduk-duduk saja di atas pasir pantai saja.

Pukul empat sore penulis bersiap kembali ke dermaga untuk menyeberang ke Pulau Bali.
 

Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Pulau Bali sudah sangat populer dengan sektor parawisatanya, keindahan alam dan kekayaan budaya menjadi daya tarik jutaan wisatawan domestik dan mancanegara untuk berlibur ke Pulau Dewata. Banyaknya tujuan wisata di Bali terkadang membuat pengunjung kebingungan memilih tempat yang harus dituju terlebih dahulu.

Rasa-rasanya 2-3 hari saja tidak cukup untuk mengunjungi semua tempat wisata di Bali, oleh karena itu sobat harus menentukan prioritas tempat-tempat yang akan dituju. Tentunya harus disesuaikan dengan minat sobat, apakah lebih suka pantai, gunung, Danau, Air Terjun, Menyaksikan pagelaran seni/budaya, atau mungkin nongkrong di cafe-cafe yang banyak djumpai di Bali.

Salah satu pilihan tempat berlibur di Bali adalah Pulau Nusa Penida, yang terletak di sebelah tenggara Pulau Bali. Lalu bagaimanakah cara mengunjunginya? salah satu caranya dengan naik kapal cepat dari Dermaga Pantai Sanur. Ulasan lengkapnya akan dibahas di postingan berikutnya.

Sebelum pergi ke Nusa Penida, penulis datang terlebih dahulu ke Pantai Sanur pada pukul 5.30 WITA. Memang terlalu cepat karena jadwal kapal cepat pukul delapan pagi, tetapi tujuan penulis datang lebih awal yaitu untuk menikmati keindahan matahari terbit di Pantai Sanur.

Pantai Sanur 
Ketika penulis tiba di Pantai Sanur, pengunjung sudah ramai yang datang. Pondok-pondok sudah diisi oleh para pengunjung yang datang lebih duluan. Tetapi tenang, di sekitar Pantai Sanur terdapat warung-warung yang menyediakan tempat duduk di sisi pantai.

pondok di pantai sanur

Matahari perlahan naik ke cakrawala, pagi itu cuaca sedang cerah dan matahari terlihat sempurna. Langit berwarna jingga terlihat di sebelah timur, siluet-siluet pengunjung yang sedang duduk dan berdiri di dekat pondok terpotret indah di layar kamera.
matahari terbit yang indah di pantai sanur bali
Sungguh, pemandangan yang membuat semangat merekah di pagi hari. Energi-energi positif dari sang surya berhasil mensugesti penulis untuk berpikir tenang pagi itu. Suara hempasan ombak yang tenang menambah kesyahduan pagi. Langit perlahan berganti warna menjadi biru, ditemani awan-awan tipis.

Meski suasana ramai pengunjung, penulis merasa sendiri di sini. Karena tidak ada yang kenal dengan pengunjung lain :D. Pemandangan sebuah gunung terlihat dari Pantai Sanur, penulis tidak tau gunung apa yang sedang penulis lihat. Apakah benar Gunung Agung?

gunung terlihat dari pantai sanur
Untuk mengisi waktu yang luang, penulis mencoba berjalan sepanjang Pantai Sanur. Penulis melewati jalan kecil yang sudah di semen. Di dekat Pantai Sanur dapat di jumpai hotel-hotel dengan berbagai tipe dan harga.

Jarum jam menunjukkan pukul tujuh waktu setempat, penulis berjalan menuju loket kapal cepat bernama "El Rey Junior". Bersiap untuk menyeberang ke Nusa Penida. Saat itulah penulis mendapatkan empat teman baru dari Kota Surabaya, dua orang laki-laki dan dua orang perempuan.  Bersama mereka lah penulis menelusuri jalanan di Pulau Nusa Penida. Apa kabar lur? semoga sehat selalu ya.

Selain Kapal Er Rey Junior, ada banyak pilihan kapal cepat lain yang tersedia di Pantai Sanur. Jika sobat pergi saat musim libur panjang, sobat harus memesan tiketnya sebelum hari keberangkatan, karena rawan kehabisan. 

Letak loket kapal cepat di Pantai Sanur ada di Jl. Sanur Beach Street Walk. Jika sobat kebingungan cari saja di google maps dan ketikkan "sop ikan mak beng sanur", lokasinya tidak jauh dari tempat makan itu.  

Sekian catatan penulis ketika menikmati keindahan matahari terbit di Pantai Sanur, catatan perjalanan Penulis di Pulau Nusa Penida dapat dibaca pada "Keliling Nusa Penida Selama Satu Hari" . Semoga tulisan ini bermanfaat bagi sobat pembaca.





Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Older Posts

Buku Menulis Cerita Perjalanan

Buku Menulis Cerita Perjalanan
Pada tahun 2023, buku pertama saya berjudul Menulis Cerita Perjalanan resmi diterbitkan oleh Penerbit Jejak. Melalui buku ini saya menceritakan perjalanan selama berkunjung ke berbagai daerah di Indonesia. Saya ingin perjalanan-perjalanan tersebut, tidak menguap begitu saja tidak ada bekas dan jejaknya. Jika para pembaca tertarik membacanya dapat klik gambar buku atau melalui link berikut : Shopee : https://id.shp.ee/hXGJwGT dan Toko Buku Jejak : https://tokobukujejak.com/detail/menulis-cerita-perjalanan-FCONM.html

Popular Posts

  • Penitipan Barang di Stasiun Kemayoran, PopBox Solusinya
  • Naik Motor ke Pik 2, Memang Bisa?
  • Solo Traveling ke Lahat Dengan Kereta Api
  • Stadion Taman Sari Mangga Besar Jakarta, Jejak Sepakbola di Ibu Kota
  • Pertama Kali Tektok Gunung Gede Via Putri

Tentang Penulis

Halo para pembaca, penulis adalah seorang pemuda kelahiran tahun ’97. isi blog ini seputar cerita dan catatan penulis ketika berkunjung di beberapa provinsi di Indonesia, tujuan membuat blog ini supaya dapat bermanfaat bagi para pembaca terutama yang mempunyai hobi traveling. penulis dapat dihubungi dengan berkirim email ke dodonulis1@gmail.com

Mencoba Bertahan - G.A.V.K - Song - 2022

Mencoba Bertahan - G.A.V.K - Song - 2022

recent posts

    Pages

    • Privacy Policy
    • About Me
    • Disclaimer
    • Contact

    BloggerHub

    BloggerHub Indonesia

    Created with by ThemeXpose