• Home
  • Sumatera
    • Aceh
    • Sumatera Utara
    • Sumatera Barat
    • Riau dan Kepri
    • Sumatera Selatan
    • Jambi
    • Bengkulu
    • Bangka Belitung
    • Lampung
  • Jawa
    • DKI Jakarta
    • Banten
    • Jawa Barat
    • Yogyakarta
    • Jawa Tengah
    • Jawa Timur
  • Kalimantan
    • Kalimantan Barat
    • Kalimantan Tengah
    • Kalimantan Utara
    • Kalimantan Timur
  • Sulawesi
    • Sulawesi Selatan
    • Sulawesi Tengah
    • Sulawesi Barat
  • Bali NTB NTT
    • Bali
    • Lombok
    • Sumba
    • Flores
  • Maluku dan Papua
    • Maluku
    • Papua
instagram Email

dodonulis

blog catatan perjalanan

museum_timah_muntok

Wisatawan yang berkunjung ke Pulau Bangka pada dasarnya dapat dikelompokkan berdasarkan preferensi liburan mereka. Bagi yang menyukai pantai saya rasa pergi ke daerah Sungai Liat adalah opsi yang tepat, di sana banyak pantai dengan pasir putih, bebatuan granit besar, dan laut yang jernih (meski tidak selalu, kadang-kadang keruh). 

Jika yang dominan menyukai tempat-tempat estetik dan unik di sebuah daerah,  berkunjung ke Daerah Koba adalah pilihan yang tepat. Karena di sana terdapat Danau Kaolin yang berwarna biru, terbentuk akibat bekas penambangan timah yang menjadi kawasan wisata. Selain itu tidak jauh dari sana terdapat juga Danau Pading yang tenang dan (agak) teduh.

Sementara traveler yang menyukai aktivitas city tour dan berkunjung ke tempat-tempat bersejarah di Pulau Bangka, saya rasa lebih cocok ke Pangkalpinang dan Muntok. Di sana banyak bangunan bersejarah dan cagar budaya. Termasuk museum timah. Karena sedari dulu kedua daerah itu sangat vital bagi perdagangan timah, sejak zaman kolonial.

Tiga opsi itu sekedar pilihan yang saya berikan jika para traveler hanya mempunyai waktu yang singkat, satu-dua hari saja di Pulau Bangka. Nah, bila punya waktu lebih lama, kunjungi saja semuanya. Termasuk daerah Toboali di Bangka Selatan, kalian bisa naik bianglala. Lalu melihat perkebunan Lada Bangka, salah satu komoditas perkebunan unggulan di pulau ini.

Saya rasa sudah banyak yang mengulas keindahan alam berupa pantai, danau, serta tempat-tempat wisata di Bangka. Saya juga sempat mengulasnya di postingan terdahulu. Kali ini saya akan fokus bercerita tentang Muntok saja. Pernah di suatu hari saya berjalan kaki, mengitari tengah kota. Saya takjub dengan bangunan-bangunan tua di sana, lalu mencoba mengulik beberapa arsip foto di kitlv, lantas membayangkan betapa bergeliatnya kota ini di masa lalu.

Muntok, Bangka Barat

jalan_taman_kota_muntok

Muntok di Kabupaten Bangka Barat adalah pintu gerbang utama penyeberangan laut yang menghubungkan Pulau Bangka (Pelabuhan Tanjung Kalian) dan Pulau Sumatera (Pelabuhan Tanjung Api-api). Kapal feri secara reguler beroperasi sebanyak empat hingga delapan kali sehari untuk mendukung arus penumpang dan logistik keluar masuk Pulau Bangka berjalan lancar.

Jarak Pangkalpinang-Muntok sekitar 142 KM atau sekitar tiga jam berkendara, jauh dari Bandara Depati Amir Pangkalpinang, sehingga terkadang membuat beberapa traveler enggan datang ke Muntok. Padahal ada sisi yang menarik untuk dikunjungi. Apa itu? Jawabannya adalah wisata sejarah. 

Tiga Destinasi yang menurut saya paling ramai dan terkenal adalah Museum Timah, Pesanggarahan Menumbing, dan Wisma Ranggam. Saya akan menyajikan ulasan singkat ketiga tempat itu, serta beberapa tempat lain yang menurut saya potensial dan dapat menjadi daya tarik tersendiri untuk para pelancong, namun sayangnya belum diperhatikan secara optimal. Kota Tua Muntok.

Panduan Rute Jalan Kaki (Walking Tour) di Kota Muntok

Seperti daerah pesisir pada umumnya, suhu udara Muntok terbilang panas. Waktu terbaik untuk berjalan kaki sekitar pukul tujuh hingga sembilan pagi, agar terhindar dari panas teriknya matahari.

1. Museum Timah

Hoofdbureau_Banka_Tinwinning_Muntok

Hoofdbureau - Banka Tinwinning, nama bangunan yang tertulis tegak di sisi depan bangunan khas kolonial yang berada di jantung Kota Muntok. Anno 1915 menjadi penanda bahwa bangunan ini sudah berusia 111 tahun pada tahun 2026. Jendela-jendela tinggi dan lebar membuat sirkulasi udara di dalamnya lebih lega, seperti bangunan-bangunan cagar budaya bekas kolonial pada umumnya.

Banka Tinwinning masih ada, namun saat ini sudah bertransformasi menjadi PT Timah Indonesia, salah satu perusahaan BUMN besar yang fokus pada perdagangan dan pertambangan timah. Dulu pada awal 1950-an,  nasionalisasi perusahaan-perusahaan asing sangat gencar dilakukan sebagai proses dekolonisasi ekonomi pasca kemerdekaan. 

Berdirinya Hoofdbureau - Banka Tinwinning di Kota Muntok, Bangka Barat adalah legitimasi bahwa daerah ini menjadi denyut nadi dan sangat penting bagi perusahaan timah legendaris itu. Hingga kini, Muntok masih menjadi tumpuan,  seperti bongkar muat aktivitas perdagangan dan pengelolahan biji timah di Pulau Bangka.

Mengunjungi museum dan bangunan bersejarah adalah salah satu cara untuk mengenal tradisi, budaya, dan belajar identitas sebuah daerah. Jika kalian berkunjung ke Pulau Bangka dan suka berkunjung ke museum, saya rasa wajib memasukkan Museum Timah dalam daftar itinerary. Di sana menyimpan koleksi galeri tentang sejarah, edukasi timah, dan dilengkapi perpustakaan.

Nah, setelah mengunjungi museum timah. Saran saya, jangan langsung berpindah tempat ke Pesanggarahan Muntok dan Wisma Ranggam. Cobalah jalan kaki sebentar, menyisiri alun-alun, taman kota, kawasan pelabuhan, dan pasar. Tidak perlu jauh-jauh, sekitar lima ribu langkah saja atau sekitar 45 menit. 

Saya mengabadikan aktivitas walking tour yang saya lakukan waktu itu, senang berkesempatan melihat lanskap kota ini. Sudah terbilang lama saya tidak melakukan aktivitas city tour dengan berjalan kaki, melihat aktivitas masyarakat lokal lebih dekat, merasakan suasana kehidupan di daerah yang masih asing.

2. Alun-alun, Taman Kota, dan Rumah Cluster Khas Eropa

rumah_cluster_eropa_muntok

rumah_jabatan_bupati_muntok_bangka_barat

Bangunan rumah cluster bergaya khas eropa masih berdiri megah di sekitaran alun-alun dan taman kota yang teduh, pepohonan besar membuat suasana terasa rindang di tengah sengat matahari yang terik.  Masih di area tersebut, terdapat rumah dinas jabatan bupati Bangka Barat yang sudah lama berdiri dan menjadi salah satu bangunan cagar budaya. 

3. Menara Tua dan Jangkar Dinding

menara_jembatan_di_muntok

Saya beranjak menuju ke kawasan pasar. Saya berhenti sejenak untuk memotret sebuah menara tua dan bangunan-bangunan di sekitarnya yang direkatkan dengan jangkar dinding, pelat penahan yang terbuat dari besi untuk memperkuat struktur bangunan yang banyak ditemukan pada bangunan arsitektur lawas. Kota Tua Muntok masih sangat lekat dan jejak peninggalannya masih banyak tersisa, meski sebagian tidak terawat. 

4. Sungai Arang-arang atau Sungai Ulu

sungai-arang-arang-muntok

sungai_muntok

Jejak sebuah kota atau daerah selalu beriringan dengan arus sungai yang mengalir di dekatnya. Demikian juga di Muntok, Sungai Arang-arang bertepikan bangunan rumah dan ruko-roko yang padat. Ramai dan riuh, sepeda motor sibuk lalu-lalang, pedagang terlihat sibuk di pagi hari. 

5. Masjid Jami dan Kelenteng Kong Fuk Miau

masjid_kelenteng_berdekatan_di_muntok

Pemandangan yang menyejukkan mata adalah ketika melihat tempat beribadah berdiri berdekatan. Seperti masjid dan kelenteng yang menjadi simbol toleransi umat beragama. Lebih spesial lagi, kedua bangunan ini sudah tua. Masjid Jami dibangun tahun 1883 Masehi, sedangkan kelenteng dibangun lebih awal pada tahun 1820.  

6. Rumah Mayor China

rumah_mayor_china_muntok

Berjalan ke arah pelabuhan, kita akan melihat sebuah bangunan megah dan besar bernama Rumah Mayor China yang diangkat oleh pemerintah Hindia Belanda untuk mengatur etnis China dalam berdagang, menambang timah, tenaga kerja, dan sebagainya. 

7. Kantor Eks Syahbandar di Muntok

kantor_eks_syahbandar_muntok

Nafas perdagangan di sebuah daerah kepulauan pada zaman kolonial adalah pelabuhan dan dermaga. Maka tak heran, setiap kawasan kota tua seperti di Fatahilah Jakarta, Kota Tua Semarang, dll selalu berada di pinggir laut, berdekatan dengan area pelabuhan.

Salah satu bangunan cagar budaya yang berada di dekat pelabuhan lama Muntok adalah bangunan kantor eks syahbandar dan bangunan lain di sekitarnya yang merupakan tempat berlangsungnya proses perizinan dan administrasi ekspor impor serta lalu lintas kapal pada masa lampau.

8. Kopi Tungku dan Kota Seribu Kue

pasar_tradisional_muntok

kota_seribu_kue_muntok

Dari area pelabuhan, terdapat jembatan di atas Sungai Arang-arang yang dapat menembus pasar tradisional dan Tempat Pelelangan Ikan (TPI). Selain itu, di ujung pasarnya kita dapat melihat aliran sungai yang bermuara langsung ke laut. 

Pasar tradisional Muntok sangat sibuk di pagi hari, aroma khas jajanan pasar dan kopi tungku menguar. Muntok juga mendapatkan julukan kota seribu kue.

Baiklah, tempat-tempat yang saya ulas di atas dapat kita kunjungi dengan berjalan kaki karena jaraknya saling berdekatan dan searah. Selanjutnya untuk Wisma Menumbing dan Wisma Ranggam, saya sarankan menggunakan kendaraan bermotor karena lokasinya terbilang jauh untuk jalan kaki.

Destinasi sejarah kemerdekaan RI (dengan kendaraan bermotor)

1. Pesanggarahan Menumbing Muntok

Bangunan bergaya artistektur kolonial ini terletak di atas bukit dan memiliki nilai historis bagi negara ini karena menjadi tempat pengasingan para pemimpin Republik indonesia pada masa agresi militer II (1948-1949) termasuk wakil presiden Mohammad Hatta.

Jalan menuju pesanggarahan menumbing memiliki tanjakan yang curam dan berkelok-kelok karena lokasinya yang berada di atas bukit. Karena jalannya sempit, terdapat pos pengamanan yang difungsikan untuk saluran komunikasi agar kendaraan dapat naik dan turun secara bergantian.

2. Wisma Ranggam

Jika Hatta tinggal di Pesanggarahan Menumbing, berbeda dengan tempat pengasingan Presiden pertama RI yaitu Soekarno yang berada di Wisma Ranggam pada masa agresi militer II (1948-1949). Lokasinya masih berada di jantung kota, sehingga masih memungkinkan jika berjalan kaki ke sana sekaligus bisa melewati taman wilhelmina yang telah menjadi lapangan sepakbola.

Saya tidak akan membahas panjang lebar tentang sejarah bangunan dan historis perjuangan pasca kemerdekaan seperti diplomasi, perundingan, dan sebagainya. Kalian bisa mencari informasi tersebut melalui laman web lain atau bisa langsung membacanya ketika berada di kedua wisma tersebut.

Penutup

Saya yakin pemerintah setempat sudah melakukan banyak hal untuk menyelamatkan dan menjaga cagar budaya dan bangunan tua lainnya di Muntok, Bangka Barat. Besar harapannya identitas sejarah di sini dapat terjaga dan revitalisasi dapat dilakukan berkelanjutan agar Kota Tua Muntok dapat sejajar dan menarik wisatawan datang seperti Kota Tua di kota-kota lainnya di Indonesia. 


Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
perpustakaan-kota-pangkalpinang-buka-sabtu-dan-minggu

Semarak pemilihan ulang Wali Kota dan Wakil Wali Kota Pangkal Pinang semakin meriah menjelang hari pencoblosan tanggal 27 Agustus 2025. Bagi saya, siapapun yang terpilih, saya harap bisa peduli dengan minat baca dan literasi para warganya, terutama para generasi emas yang saat ini masih mengenyam pendidikan. Menurut hemat saya, cara terbaik melahirkan generasi emas adalah dengan meningkatkan minat baca dan literasi, salah satunya adalah melalui perpustakaan di tiap daerah.

Kota Pangkal Pinang sudah mempunyai gedung baru perpustakaan yang diresmikan Tahun 2023 yang lalu. Mengutip dari website resmi Dinas Perpustakaan dan Arsip, Gedung layanan perpustakaan Kota Pangkal Pinang dibangun dengan mengunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) Bidang Pendidikan Subbidang Perpustakaan Tahun Anggaran 2022 untuk perluasan senilai Rp 4,19 Miliar. 

Gedung layanan perpustakaan Kota Pangkal Pinang terletak di lokasi yang sangat strategis, berdiri di dekat titik nol kilometer. Gedung Perpustakaan yang baru diharapkan dapat meningkatkan semangat dalam menumbuhkan minat baca dan literasi.  Di samping menyediakan ruang utama membaca, Perpustakaan Kota Pangkal Pinang juga menyediakan ruang ramah anak-anak di bagian sudut lantai satu serta ruang pertemuan di lantai dua.

Gedung dua lantai tersebut mempunyai tempat yang nyaman untuk membaca dan mengerjakan tugas. Dari sisi fasilitas penunjang, Perpustakaan Kota Pangkal Pinang juga dilengkapi kursi dan meja yang modern, terminal listrik, serta pendingin ruangan. Selain itu terdapat loker untuk menitipkan tas serta toilet yang bersih. 

Para petugas juga sangat ramah dalam memberikan pelayanan. Perustakaan Kota Pangkal Pinang sudah dilengkapi sistem yang bernama OPAC (Online Public Access Catalog) yang membuat pengunjung dapat dengan mudah mencari referensi bacaan yang mereka inginkan. Jumlah koleksi buku di Perpustakaan Kota Pangkal Pinang juga sudah memadai, terdapat referensi buku pelajaran, pengembangan diri, buku religi, hingga buku-buku fiksi seperti novel dan komik. 

Pengunjung dapat mendaftarkan diri menjadi anggota perpustakaan yang di mana salah satu keuntungannya adalah dapat meminjam koleksi buku-buku perpustakaan. Tentunya buku-buku tersebut wajib dikembalikan sesuai jangka waktu peminjaman yang tertera di formulir.

Sampai dengan tahun 2024, jam operasional perpustakaan buka dari hari Senin s.d. Sabtu. Namun sayangnya pada awal tahun 2025, jam operasional diubah. Menurut sumber resmi sosial media instagram Dinas Perpustakaan Kearsipan Pangkal Pinang, jam layanan perpusatakaan hanya buka di hari Senin s.d. Jumat saja. Mohon maaf sekali, menurut pandangan pribadi saya ini adalah sebuah kemunduran bagi dunia literasi di kota ini.  

Apakah jam operasional berubah karena terdapat efisiensi anggaran? Jika iya, apakah harus bidang literasi yang harus dikorbankan dengan mengubah jam operasional perpustakaan.  Kehadiran perpustakaan saat ini menjadi salah satu obat paling ampuh dalam meningkatkan minat baca dan literasi. Saya paham jika perpustakaan buka di hari Sabtu dan Minggu, maka harus ada biaya operasional dan belanja pegawai yang harus dikeluarkan. 

Saya berharap, pimpinan Kota Pangkal Pinang yang akan terpilih nantinya dapat memberikan kebijakan yang solutif untuk mengatasi itu. Bukankah para calon pemimpin Kota Pangkal Pinang sangat peduli dengan minat baca dan literasi?

 Saya juga mendukung Pustakawan dan Tenaga Administrasi harus diberikan upah atau uang lembur yang layak jika harus betugas di hari Sabtu dan Minggu. Selain itu, mungkin bisa dibuatkan pembagian jam kerja yang adil dan objektif. 

Jika hanya buka di hari kerja dan sekolah, praktis anak-anak hanya mendapatkan waktu yang sedikit  untuk ke perpustakaan, hanya bisa ketika pulang sekolah saja, itupun waktunya sudah mepet karena perpustakaan tutup pada jam 15.30 WIB. Orang tua yang sibuk bekerja juga tidak bisa menemani dan membiasakan anak-anak mereka berkunjung ke perpustakaan.

Jika memang pimpinan kota peduli tentang literasi, menurut hemat saya seharusnya jam operasional perpustakaan kota Pangkal Pinang direvisi kembali. Jika perpustakaan kota buka pada hari Sabtu dan Minggu, tutup hanya ketika Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama. Jika hal ini terealisasi, merupakan suatu kesempatan yang baik bagi para pelajar dan orang tua untuk datang ke perpustakaan. 

Anak-anak perlu tempat untuk menambah wawasan dan pengetahuan mereka melalui kegiatan membaca buku di perpustakaan. Karena buku merupakan jendela dunia. Agar anak-anak tidak kalah dengan gempuran media sosial dan kecanduan bermain gadget.

Selain jam operasional, buku-buku di perpustakaan kota harus ditambah. Warga, Pelajar, dan Anak-anak perlu diberikan asupan literasi yang banyak. Oleh karena itu, saya harap terdapat penambahan buku yang beragam, agar semangat membaca tidak pudar. Kota Pangkal Pinang sebagai ibu kota Provinsi harusnya menjadi teladan yang baik bagi daerah-daerah lain di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Kepada empat Cawalkot, siapapun yang terpilih, bisakah Perpustakaan Kota Pangkal Pinang buka di hari Sabtu dan Minggu?

Salam Takzim, Dodonulis, Warga Kota Pangkal Pinang.


Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
pulau-ketawai-bangka

Pulau Bangka mempunyai banyak pilihan wisata pantai dengan view yang menakjubkan. Seperti Pantai Matras dan Turun Aban di Sungai Liat misalnya, karakteristik pantainya yaitu mempunyai pasir putih dan batu granit besar. Lalu bagaimana dengan keindahan terumbu karang di bawah laut Pulau Bangka? Apakah di sini mempunyai wisata hoping island? 

Dua pertanyaan tersebut semua jawabannya ada di Ketawai. Ada banyak penyedia jasa open trip ke pulau ini. Kita tidak hanya akan diajak ke Pulau Ketawai saja, melainkan ke Pulau Gusung Asam dan spot snorkeling di dekat sana. 

Memang keindahan spot snorkeling di Ketawai masih kalah dan kurang terkenal seperti Pulau Lengkuas di Belitung. Namun karena sudah rindu berenang di laut, saya mengajak Em untuk ke Ketawai. Kami mencoba mencari penyedia open trip ke sana, karena tidak mungkin pergi hanya berdua saja, biaya sewa kapalnya lumayan.  

Salah satu penyedia open trip sehari ke Pulau Ketawai adalah Giagik, berikut sosial media instagramnya : https://www.instagram.com/giagik/ . Ada beberapa paket pilihan yaitu silver, gold, dan platinum. Fasilitas yang didapatkan tidak jauh berbeda. Kita juga akan berada di kapal yang sama. 

Kami tertarik memilih paket platinum karena akan mendapatkan alas karpet. Ini penting banget soalnya biar bisa duduk di pasir pantai dengan alas karpet, kita juga tidak perlu repot membawa karpetnya dari dermaga karena sudah disediakan langsung di Pulau Ketawai.

Hanya paket gold dan platinum saja yang mendapatkan makan siang. Saran saya kalau memilih paket silver harus siap membawa bekal karena di Pulau Ketawai tidak ada warung makan. Bahkan pedagang yang jual indomie saja di sana tidak ada. Hanya ada yang menjual kelapa muda segar yang diambil langsung dari pohon kelapa di pulau ini. 

paket-open-trip-pulau-ketawai

Informasi paket open trip ke Ketawai bersama Giagik dapat dilihat pada gambar di atas. Harga yang tertera pada bulan mei 2025, mungkin saja saat ini sudah berubah. Kalian bisa langsung chat/dm saja adminya untuk konfirmasi lebih lanjut.

Perjalanan ke Dermaga Kurau

dermaga-kurau

Untuk menuju Pulau Ketawai, Saya dan Em harus berangkat ke Dermaga Kurau di Kabupaten Bangka Tengah. Jaraknya kurang lebih 50 menit dari rumah kami di Kota Pangkalpinang. Giagik tidak menyediakan meeting point di Kota Pangkalpinang, kecuali kalau kita memilih private trip. 

Satu hari sebelum keberangkatan, kita akan dimasukkan ke grup whatsapp untuk mempermudah koordinasi. "Peserta open trip harus sudah tiba di Dermaga Kurau sebelum pukul tujuh ya kak" tulis seorang guide di grup tersebut. Berarti kami harus berangkat dari rumah pukul 5.30 pagi, berangkat lebih awal karena saya belum terlalu mahir dalam mengemudi, jadi jalannya agak pelan.

Namun ada-ada saja kendala di hari keberangkatan. Di tengah perjalanan, Em mengalami keram perut, membuatnya tidak nyaman sepanjang jalan menuju ke Dermaga Kurau. Tiba di dermaga kurau, kami langsung mencari toilet. Inilah dramanya, di sana tidak ada fasilitas toilet yang memadai. Semua kamar toilet rusak dan tidak ada air bersihnya. Padahal Dermaga Kurau ini berukuran besar, bahkan menyatu dengan tempat pelelangan ikan.

Untungnya saya tidak mudah panik karena sudah sering ke tempat publik yang fasilitas umumnya kurang baik seperti ini. Saya ajak Em ke rumah warga di dekat dermaga. Keramahan warga di sekitar dermaga membuat perjalanan ini terasa lebih spesial. Mereka memperbolehkan Em untuk numpang ke toilet di rumahnya.

Perjalanan ke Pulau Ketawai

sungai-kurau

Pukul 7.20 menit. Suasana dermaga sudah ramai. Ini situasi yang normal ketika akhir pekan. Masyarakat di Pulau Bangka bahkan wisatawan dari luar daerah banyak yang pergi ke Pulau Ketawai untuk refreshing.  Pendamping kami dari Giagik mengecek kelengkapan anggota trip kali ini. Setelah jumlahnya lengkap lima belas orang, kami bergerak menaiki kapal fiberglass berukuran kecil. Tiga di antara rombongan kami berasal dari Wisman Tiongkok.

Dermaga Kurau terletak di muara Sungai Kurau yang berbatasan langsung dengan laut. Kondisi perairan sungai saat itu sedang dangkal sehingga tidak memungkinkan bagi kapal kayu untuk merapat ke dermaga. Oleh karena itu kami menggunakan kapal kecil terlebih dahulu, lalu berpindah ke kapal kayu yang sudah menunggu di perairan laut. Saya senang sekali melihat hutan mangrove yang masih terjaga, keberadaan mangrove sangat penting di ekosistem.

kapal-ke-pulau-ketawai

Cuaca waktu itu sedang terik, jangan lupa membawa sunscreen bagi kalian yang hendak berlibur ke Ketawai. Perjalanan menuju Pulau Ketawai dari dermaga Kurau sekitar satu jam saja. Keindahan Pulau Ketawai langsung tersaji, dermaga pulaunya sederhana dengan jembatan papan yang menjorok ke laut. Tulisan Ketawai berwarna merah menjadi landmark tersendiri di pulau ini, mengundang para wisatawan untuk berswafoto di sana.

Objek Wisata di Ketawai

dermaga-papan-pulau-ketawai

Pulau Ketawai merupakan pulau yang tidak berpenghuni. Menurut informasi di beberapa situs web, luasnya hanya sekitar 32 hektar. Garis pantainya lumayan panjang, banyak pengunjung yang menggelar tikar atau karpet sambil menghadap ke arah laut yang biru. Pengunjung juga bisa memasang hammock yang diikatkan di pohon kelapa.  

tempat-bilas-pulau-ketawai

musola-di-pulau-ketawai

Salah satu keunikan Pulau Ketawai yaitu terdapat sumber air tawar yang melimpah. Jadi pengunjung bisa bilas setelah puas berenang di laut. Fasilitas umum di Pulau Ketawai juga memadai, selain kamar bilas dan toilet, di Pulau Ketawai juga terdapat musola. Pada saat datang ke Ketawai, saya melihat banyak tenda yang berdiri. Di sini rupanya bisa juga berkemah, asalkan sudah meminta izin ke penjaga keamanan di pintu masuk pulau.

Pulau Gusung Asam dan aktivitas snorkeling

pulau-gusung-asam-ketawai

Cuaca tiba-tiba berubah dengan cepat, awan hitam bergumul di atas Pulau Ketawai. Membuat jadwal kami berubah. Kami baru bisa pergi ke Pulau Gusung Asam dengan kapal ketika jam dua siang. Menunggu hujan berhenti dan ombak lebih tenang terlebih dahulu.

bintang-laut-di-gusung-asam-ketawai

Melihat keindahan Pulau Gusung Asam menjadi bagian favorit saya di perjalanan kali ini. Ciri khasnya adalah pasir timbul yang di kedua sisinya terdapat air laut yang jernih dan biru. Saya langsung mengambil alat snorkeling di kapal, melihat gemasnya kelomang dan bebatuan kecil yang mempesona. Sekitar Pulau Gusung Asam juga dapat ditemui bintang laut.

Setelah hampir 1,5 jam menikmati keindahan Gusung Asam, kami beranjak menuju spot terumbu karang. Tidak banyak pilihan spot tereumbu karang di wilayah sekitar Bangka, namun untuk sekedar melepas kerinduan snorkeling sih menurut saya sudah lumayan puas. 

Sunset di Pulau Ketawai

sunset-pulau-ketawai-bangka

sunset-pulau-ketawai

Setelah selesai snorkeling , kami kembali ke Pulau Ketawai untuk bilas dan bersih-bersih. Karena jadwal yang melorot akibat hujan, kami pulang ketika langit mulai gelap. Namun kami beruntung dapat melihat sunset yang begitu indah di Pulau Ketawai. Ketika hendak pulang, saya melihat beberapa pengunjung membawa alat pancing.

Perjalanan yang menyenangkan dan membekas. Jangan terlalu berekspektasi tinggi dengan keindahan Pulau Ketawai, tetapi sepulang dari pulau ini, rasa-rasanya saya tertarik berkunjung kembali :).


Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
travel-blogger-bangka-belitung
"Wah mutasi kerja ke Pangkalpinang ya? menarik tuh. Memang kota-nya kecil, tidak banyak fasilitas umum dan seramai Jakarta, tetapi kalau kamu pandai memanfaatkan peluang pasti itu kesempatan emas sekali untuk maju sebagai seorang manusia" kata seorang teman, saya lupa siapa yang mengatakan ini, saking banyaknya orang yang memberikan semangat kepada saya ketika  mendapatkan kabar mutasi.

"Kesempatan seperti apa maksudnya? pertanyaan itu tidak sempat saya tanyakan kepada yang bersangkutan, hanya mengambang saja dan berakhir dengan ucapan terima kasih. Seiring berjalannya waktu, saya mulai memahami maksud beliau, entah siapapun yang mengatakan itu, terima kasih banyak.

 Kalau kata Chariul Tanjung di buku biografinya "Peluang itu tidak hanya dicari, namun diciptakan". Maka mulailah petualangan saya mencari dan menciptakan peluang itu di Pulau ini. Di dunia blogger, saban hari saya  semakin sering membahas tentang Pulau Bangka. Soalnya belum banyak travel blogger yang membahasnya.

Kota Pangkalpinang terletak di Pulau Bangka. Masyarakat di luar Sumatera masih banyak yang awam tentang kota kecil ini, terlebih lokasinya yang kalah populer dengan pulau Belitung. Bukan hanya satu-dua orang saja yang bertanya ke saya "oh Pangkalpinang ya, Bangka Belitung, itu tempat syutingnya Laskar Pelangi kan? pantainya bagus-bagus banget di sana". 

Hem baiklah, maka dengan sopan saya mencoba menjelaskan. Provinsi Bangka Belitung itu ada dua pulau besar, pertama pulau Bangka yang dimana terletak kota Pangkalpinang sebagai ibu kota provinsi,  satu lagi Pulau Belitung, nah ini baru tempat syuting film Laskar Pelangi. 

Setelah saya cermati, memang belum banyak travel blogger yang mengulas tentang Pulau Bangka. Lebih banyak membahas Pulau Belitung.  Atas alasan itulah mengapa saya gencar menulis blog tentang Pulau Bangka akhir-akhir ini. Supaya orang-orang bisa mengenal Pulau Bangka juga, di sini juga punya destinasi wisata loh. 

Beberapa postingan saya tentang Pulau Bangka melesat di posisi teratas mesin pencarian, ya wajar belum banyak yang mengulas hal yang sama. Kalau kalian paham tentang SEO, sulit sekali blogger kelas teri seperti saya nangkring di posisi teratas apalagi dengan short keyword.  Maka di sela waktu senggang, saya semakin semangat mengulas satu per satu tempat wisata, public space, transportasi, dll. 

Loh kenapa tidak mencoba medium lain saja seperti toktok dll? nah kalau kalian sering membaca celotehan saya di blog ini, maka jawabannya sudah tidak perlu saya jelaskan lagi. Sederhananya , tidak semua orang berkreasi dengan cara yang sama.  Menjadi atau menggemari hobi sebagai travel blogger itu menurut saya lebih menyenangkan. 

Travel Blogger bagi saya mempunyai definisi sederhana, orang yang membagikan pengalamannya melalui cerita atau tulisan melalui blog pribadi. Maka dari itu tidak sulit menjadi travel blogger, saya senang sekali jika lebih banyak travel blogger di Bangka Belitung atau secara khusus di Pangkalpinang yang bermunculan. Kadang saya merindukan kumpul bersama komunitas blogger, komunitas baca, dan sejenisnya di Jakarta, komunitas seperti ini tidak ada di Pangkalpinang.

Mari bererak bersama mempromosikan keindahan alam, budaya, adat, dan wisata sejarah di Bangka Belitung melalui tulisan. Supaya daerah ini banyak dikenal oleh orang lain. Jangan sampai daerah ini dikenal karena kasus timahnya saja. Percayalah, tulisan para blogger itu mempunyai dampak, orang-orang jadi tertarik mengunjungi sebuah tempat karena tulisan seorang blogger.  

Beberapa waktu yang lalu saya mendapatkan email dari pembaca, saling berbalas pesan tentang cerita perjalanan. Kesenangan sebagai travel blogger tidak melulu soal materi/adsense, tulisan saya dibaca oleh orang lain saja rasanya menyenangkan.
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar

disdukcapil-kota-pangkalpinang Setelah menikah dengan Em pada bulan Oktober yang lalu, kami berdiskusi tentang status domisili ke depannya. Memang kami berdua saat ini sudah bekerja di kota yang sama, tetapi rasa-rasanya berat untuk mengganti status domisili Provinsi Sumatera Selatan yang sudah melekat selama 27 tahun. Baiklah, singkat cerita setelah mempertimbangkan dampaknya, kami sepakat pindah domisili ke Pangkalpinang, Pulau Bangka. Nah yang jadi pertanyaan, bagaimana mekanisme mengurus pindah Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga (KK)?

Nah kebetulan, saat itu liburan telah usai, kami sudah berangkat kembali ke Pangkalpinang. Artinya sangat menyita waktu jika harus bolak-balik ke Sumatera Selatan hanya untuk mengurus administrasi KTP dan Kartu Keluarga. Saya terakhir kali berurusan dengan Disdukcapil itu 10 tahun yang lalu, membayangkan prosedur pelayanan yang waktu itu ribet, saya pesimis, mengurus pindah domisili ini bakal ribet dan ruwet.

mengurus-pindah-ktp-ke-pangkalpinang

Saya mencoba bertanya ke salah satu keluarga yang bertugas di Disdukcapil, betapa terkejutnya saya mendengar penjelasan beliau. Membuat saya terkagum dengan salah satu reformasi pelayanan dari dinas pendudukan dan catatan sipil. Mengurus pindah KTP dan Kartu Keluarga sangat mudah asal kita tau tata-caranya. Oleh karena itu saya ingin mengulas pengalaman yang saya alami ketika mengurus pindah domisili ke Pangkalpinang. 

Langkah-langkah ini saya ulas berdasarkan pengalaman pribadi di Disdukcapil Pangkalpinang ya, mungkin kurang lebih sama juga di daerah kalian.

1. Datang ke Disdukcapil Kota Pangkalpinang

layanan-disdukcapil-pangkalpinang

Saran pertama dari keluarga yang kerja di dinas terkait yaitu datang langsung ke Disdukcapil Pangkalpinang. Info dari beliau kini mengurus perpindahan domisili sudah bisa online. Artinya adalah Disdukcapil sudah punya aplikasi yang saling terintegrasi antar daerah. Menurut saya ini reformasi pelayanan yang sangat bagus.

Saya dan Em datang berdua sepagi mungkin. jam delapan. Supaya dapat nomor antrian awal. Lokasi Disdukcapil berada persis diseberang kantor walikota Pangkalpinang. Terletak di Jl. Rasukanda, Sriwijaya, Kecamatan Girimaya, Kota Pangkalpinang.

2. Ambil nomor antrian

antrian-disdukcapil-pangkalpinang

Nah selanjutnya kami mengambil nomor antrian di mesin. Mirip vending machine, dengan enam kategori pelayanan yaitu :

  • Perekaman KTP elektronik
  • Legalisir
  • Pengambilan Dokumen
  • Informasi / Pengaduan
  • Pelayanan Umum
  • Disabilitas Lansia / Ibu Menyusui

3. Pilih layanan informasi terlebih dahulu

Karena belum punya pengalaman sama sekali, maka dari itu kami mengambil nomor antrian informasi / pengaduan. Supaya ketemu dulu titik terang cara pindah KTP dan KK ini. "Bu, kami kan baru nikah, bagaimana mengganti domisili ke Pangkalpinang dan membuat kartu keluarga" tanya saya.

Petugas menjelaskan dengan ramah dan jelas, meski beberapa kali logat khas dan bahasa Bangka keluar tetapi poin pentingnya kami dapatkan. Intinya jangan lupa mempersiapkan persayaratan seperti KTP, fotokopi Kartu Keluarga, dan fotokopi buku nikah. Saya lupa apakah harus menyiapkan fotokopi ijazah pendidikan terakhir atau tidak, tetapi tidak ada salahnya siapkan saja.

4. Pilih pelayanan Umum

Karena persyaratannya sudah kami bawa , selanjutnya pada hari itu juga kami langsung mengurus di loket pelayanan umum. Terus dikasih formulir dua lembar yang berisikan identitas yang perlu diisi. Waduh sepertinya saya lupa memfotokan formulirnya. Saya ingat ada pilihan pindah domisili dari kabupaten asal ke kota tujuan Pangkalpinang.

tanda-terima-skpwni-online

Setelah semua formulir diisi dan diserahkan, kami mendapatkan tanda terima SKPWNI Online. Nah jangan lupa KTP kalian harus difotokopi dulu atau bawa SKPWNI Online ini kemana-mana, karena nantinya KTP asli kita bakal disimpan sementara oleh Disdukcapil. 

5.Menunggu konfirmasi dan peralihan berkas dari Disdukcapil asal

Nanti bapak bakal mendapatkan email pertanda perpindahan dari Disdukcapil asal sudah diproses. Nah setelah mendapatkan email itu bapak ke sini lagi untuk langkah selanjutnya. Biasanya sih lamanya tujuh hari ya pak. 

Selang beberapa hari kemudian saya mendapatkan email dari siakonline@dukcapil.kemendagri.go.id. Keesokan harinya saya datang lagi ke kantor Disdukcapil Pangkalpinang bersama Em.

6. Melengkapi berkas

Nah langkah selanjutnya, kami kembali ke layanan umum. Proses pertama itu hanya memproses dari Disdukcapil tempat asal saja. Selanjutnya proses di Disdukcapil tempat tujuan atau Pangkalpinang. Tidak banyak langkah perlu dilakukan, hal-hal administrasi yang perlu dilengkapi juga hanya sedikit. Bahkan saking mudahnya saya lupa diminta mengisi apa. 

Nah saya kira bakal ada sesi foto dan ttd lagi sama seperti membuat KTP pertama kali, rupanya data kita itu sudah terekam di sistem. Saat itu juga saya baru tau Nomor Induk Kependudukan (NIK) kita itu berlaku seumur hidup, jadi angka 1604 yang merupakan kode salah satu daerah provinsi Sumatera Selatan bakal tetap melekat. 

Disdukcapil hanya mengubah domisili baru saja. Sepertinya bisa juga mengubah foto di KTP tapi buat apa juga, biarkan foto saya tetap seperti itu, foto ketika 17 tahun dengan tampang agak sebal menunggu proses pembuatan KTP yang cukup menguras tenaga dan waktu karena jarak rumah saya ke kota kabupaten lumayan jauh.

Setelah proses melengkapi berkas selesai, saya mendapatkan tanda terima untuk mengambil KTP dan KK baru. Prosesnya diperkirakan selama tiga hari. Untuk mengambilnya saya minta tolong ke Em yang lokasi kerjanya berdekatan dengan kantor Disdukcapil.

7. Pengambilan dokumen KTP dan Kartu Keluarga yang baru

pindah-online-ktp

Untuk mengambil KTP dan Kartu Keluarga baru yang telah dicetak, kita ambil antrian loket pengambilan. Prosesnya cepat juga, syukurlah. Resmi sudah menjadi warga Pangkalpinang dan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Mudah-mudahan bisa memberikan kontribusi positif di sini, yang jelas saya pribadi tidak setuju rencana pembangunan PLTN di Babel :). 

Salam Takzim.

Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
angkot-pangkalpinang-sungailiat

Catatan enam bulan tinggal di Pangkalpinang, Pulau Bangka. Semenjak pindah tugas ke Pangkalpinang juni lalu, saya tertarik mencari informasi penggunaan transportasi umum di pulau ini. Informasi transportasi umum di Pulau Bangka masih sangat minim, belum banyak travel blogger yang mengulas tentang transportasi umum di Pulau Bangka, padahal sangat dibutuhkan oleh kalangan backpacker yang ingin berpetualang atau traveling dengan cara yang berbeda.

Beberapa traveler meski mempunyai dana yang cukup untuk menyewa kendaraaan, justru ada yang memilih naik angkot, bus, angkutan tradisional, dan sebagainya. Keluar dari zona nyaman terkadang membuat kita menjadi lebih berani dan berempati. Saya pribadi termasuk orang yang lebih suka naik kendaraan umum, membaur dengan masyarakat lokal menjadi pengalaman yang tak terpulakan. Ikut merasakan apa yang dirasakan oleh mereka. Melihat kehidupan. 

Contohnya kalau mau ke Sungailiat dari Kota Pangkalpinang, apakah ada transportasi umum ke sana? dari pertanyaan itu saja, saya tidak hanya menemukan jawaban ada atau tidak. Selama satu jam perjalanan menggunakan angkot, saya mendengarakan cerita pak sopir tentang Pownis, angkutan tradisional Pangkalpinang-Sungailiat yang kini menjadi pajangan di museum Timah. 

Ada nilai tersendiri pada perjalanan yang kita lakukan. Waktu itu, obrolan bersama pak sopir membuat saya tertarik untuk mencari lebih jauh informasi tentang pownis, bagaimana warga lokal berpindah antar kota kabupaten di pulau bangka. 

Sekilas tentang Sungailiat

Kota Sungailiat merupakan ibu kota Kabupaten Bangka yang berjarak sekitar 30 kilometer dari Kota Pangkalpinang. Waktu tempuhnya kurang lebih satu jam perjalanan dengan kendaraan bermotor. Nah kalau bicara wisata, buat kalian yang baru pertama ke Pulau Bangka, saya menyarankan Sungailiat menjadi destinasi pertama yang wajib dikunjungi. Banyak pantai cantik di Sungailiat seperti Pantai Matras, Turun Aban, Parai, Tanjung Pesona, dll. 

Pool Angkot Pangkalpinang-Sungailiat 

angkot-pangkalpinang-selindung

Untuk menuju Sungailiat menggunakan transportasi umum, kita harus menuju daerah Selindung di Pangkalpinang. Pool kendaraannya tidak berada di terminal Selindung, melainkan berada di pinggir jalan. Tidak jauh dari BES Cinema, paling hanya 100 meteran saja. Dari tengah kota, kita bisa menggunakan angkot berwarna biru untuk menuju pool kendaraan umum di Selindung. 

mobil-ke-sungailiat

Tarif kendaraan umum dari Pangkalpinang ke Sungailiat adalah sebesar Rp 25 ribu. Saya sudah dua kali menumpangi kendaraan umum ke Sungailiat, main ke tempat keluarga di sana. Nah rumah keluarga saya di Kecamatan Kenanga, bukan di pusat kota. Jadi ada tarif khusus, dua kali ke sana saya bayar dengan harga yang berbeda. Pertama dikenakan biaya 20 ribu, kedua dikenakan biaya 15 ribu. 

Pemberhentian terakhir Angkutan umum ke Sungailiat adalah alun-alun di tengah kota. Nah di pool angkot selindung tadi, ada juga kendaraan yang menuju Belinyu yang jaraknya lebih jauh dari sungailiat tetapi searah.  Meski melewati Sungailiat, kita tidak boleh naik mobil yang jurusan Belinyu. Sudah ada perjanjian antar sopir, mobil Belinyu tidak boleh mengambil penumpang Sungailiat. Bahkan infonya pernah ada cekcok antar supir yang ketahuan melanggar perjanjian.

Kisah Pownis Angkutan Legendaris Pangkalpinang-Sungailiat

Bagi warga lokal (warlok) Pulau Bangka, nama mobil pownis sangat bersejarah dan berkesan karena punya cerita amat banyak di masa kejayaannya. Dulu sekali, sebelum kendaraan tidak sebanyak sekarang, pownis menjadi pilihan warga dalam mobilitas dari pangkalpinag-sungailiat (PP) setidaknya dari tahun 1950 hingga tahun 2000-an awal. 

Mengutip dari rri.co.id, Nama Pownis merupakan singkatan dari Persatuan Oto Warga Negara Indonesia Sungailiat. Bentuk kendaraannya menggunakan truk mitsubishi tipe Colt Diesel PS 100 yang sudah dimodifikasi. Pada bagian badan mobil diletakkan kursi penumpang yang berjejer hingga lima baris.  Buat kalian yang penasaran dengan mobil pownis, cobalah main ke museum timah di Pangkalpinang. Di sana ada dua unit pownis yang kini jadi barang pajangan museum Timah.

Kini pownis sudah mati atau tidak beroperasi seperti dulu. Hanya digunakan sebagai mobil seremonial ketika ada event Kota Pangkalpinang. Meski begitu, masih banyak warga yang masih bergantung dengan transportasi umum. Kini kendaraan yang digunakan lebih modern dengan mobil elf dan mobil Mitsubishi L300. Ketika saya naik angkot Pangkalpinang-Sungailiat di akhir pekan, kursi penumpang hampir penuh.

Lalu bagaimana transportasi umum dari Pelabuhan Muntok ke Kota Pangkalpinang atau sebaliknya? Menarik untuk dibahas di lain waktu. Semoga bermanfaat.

Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
membuat-undangan-digital-sendiri

Undangan digital untuk pernikahan sangat terjangkau harganya, saya cek beberapa vendor menawarkan harga mulai dari 150 ribu hingga paling mahal 350 ribu. Bahkan ada yang memberikan jasa buat undangan digital hanya 100 ribu saja, tentu dengan fitur yang lebih sederhana. Dengan bekal bikin web yang pas-pasan, saya pede membuat undangan digital sendiri. "ntar undangan digital kita bikin sendiri ya" kata saya. Jawaban istri "boleh, tetapi apakah bisa membuat undangan digital sendiri?  apa tidak merepotkan?"  

Jawaban pertanyaan pertama, bisa. Pada tahun 2023 atau satu tahun sebelumnya, saya sudah mempelajari cara membuat undangan pernikahan. Ada beberapa hal yang perlu disiapkan dalam membuat undangan digital sendiri, akan saya ulas langkah-langkahnya, namun mohon maaf hanya kulit luarnya saja karena jika menjelaskan teknisnya akan sangat panjang.

Pertanyaan kedua apakah merepotkan? jawabannya pasti repot, kalau pakai vendor kita tinggal pilih tema, kirim foto-foto terbaik saat prewed, lalu membuat daftar tamu saja. Setelah itu kita tinggal duduk manis, bisa melakukan persiapan pernikahan yang lain. 

Menyuruh atau menggunakan vendor memang lebih solutif, dari harga masih terjangkau, fiturnya juga lengkap. Namun kalau berkreasi membuat undangan digital sendiri hasilnya lebih spesial, ada sentuhan ketulusan di sana. Lebih bermakna bagi kami berdua. Terlebih, Em membantu banyak lewat desain-desain yang ia buat.

Langkah-langkah membuat undangan digital Sendiri

1. Membeli paket hosting dan domain

paket-hosting-niagahoster

Ibaratkan kehidupan, membuat undangan digital memerlukan sebuah rumah. Hal itu dinamakan hosting. Berbeda dengan blog dodonulis yang menggunakan platform blogger, untuk membuat undangan digital saya menggunakan platform wordpress. Oleh karena itu saya perlu membeli hosting dan domain di niagahoster, kalian bisa membelinya juga di rumahweb, domainesia, dll. Sama saja, saya tidak punya kepentingan promosi di sini.

Kemudian setelah membeli hosting, saya membeli domain. Namanya becerite.com , buatlah nama domain yang seunik dan sekreatif mungkin. Kalau katanya Pandji Pragiwaksono mengutip dari Seth Godin "Sedikit lebih beda, lebih baik daripada sedikit lebih baik". Nama web sebagai bekal branding kita di masa depan. Karena saya orang melayu, maka saya menamai webnya dengan becerite atau bercerita dalam bahasa Indonesia. 

2. Gunakan referensi tema astra di Wordpress

template-wedding-di-wordpress-astra

Mungkin dalam tutorial ini akan melewatkan beberapa step yang akan membuat kalian bingung. Kalian bisa mencari referensi tambahan di youtube ataupun blog lain. Selanjutnya adalah masuk ke dashboard wordpress.org atau bisa lewat hpanel di niagahoster.  Siapkan dua halaman, untuk halaman cover dan halaman utama undangan. Jika kita lihat di gambar, saya membuat halaman duplikat. Ini saya gunakan jika ingin bereksperimen sesuatu, jadi kalau halamannya rusak masih ada cadangan.

halaman-undangan-digital

Lalu gunakanlah tema Astra dengan template kits "wedding". Ada dua tema gratis yaitu Willi & Donna, Sally & Mark. Template kits ini hanya sebagai rujukan saja, supaya kita tidak memulai dari nol. Kalau saya review ulang, nyaris semuanya saya rombak di undangan digital yang saya buat. 

3. Buatlah poin-poin penting dalam undangan digital

Apa sih informasi yang penting di undangan digital? akan saya coba buatkan daftarnya di bawah :

  • Halaman cover yang berisikan nama tamu
  • Bagian pembuka undangan yang berisi foto kedua mempelai
  • Kutipan surah Ar Rum ayat 21
  • Profil singkat kedua mempelai
  • Agenda akad nikah dan resepsi 
  • Alamat dan get direction pada google maps
  • Love story (hanya opsi)
  • Galeri foto
  • Simple contact form
  • Sincerest thanks

Pada undangan digital pernikahan kami, saya tambahkan link travel tips sebagai panduan jika hendak menuju Pagaralam. Selain itu, kalian juga bisa menambahkan dompet digital yang tidak saya pakai pada undangan digital kami. Semua yang saya rinci di atas hanya bersifat opsional, kita bisa menentukan sendiri mau dipakai atau tidak.

ucapan-di-undangan-digital

Kalau saya perhatikan biasanya vendor menggunakan formulir kalimat ucapan di undangan digital yang bisa dibaca oleh orang lain. Saya ingin lebih privasi, hanya kami berdua saja yang bisa membaca ucapan yang dikirimkan oleh sahabat dan keluarga, oleh karena itu saya menggunakan simple contact form yang terhubung langsung ke email. Terima kasih atas do'a dan ucapannya, semuanya telah saya baca satu persatu.

4. Berkreasi dengan Elementor versi gratis

urlparam-param-tamu-undangan-digital

Gunakanlah plugin elementor jika hendak membuat itu semua menjadi lebih mudah. Seperti membuat nama tamu secara otomatis di halaman undangan, saya menggunakan kode [urlparam param="tamu"/] . Jadi tinggal copy/paste saja di excel. Selain itu kita juga bisa menambahkan musik yang otomatis berputar ketika tamu membuka undangan. Nah yang jadi kendala waktu itu, di iphone musiknya tidak berfungsi. Namanya juga berkreasi sendiri, tentu ada saja yang tidak saya pahami. Baiklah, musik tidak terlalu esensial maka saya biarkan saja seperti itu.

5. Bagikan dan minta pendapat ke orang-orang terdekat

Respon jujur dari orang terdekat sangat dibutuhkan. Supaya ada masukan-masukan yang bernas. Contohnya masukan ayunda Em yang bilang kalau foto yang digunakan di bagian depan terlalu kontras dan tidak menyatu dengan konten yang lain. Baiklah, bimsalabim kami ganti. Sama seperti buku yang memerlukan pembaca pertama, membuat undangan digital juga perlu orang yang membuka undangan lebih awal, supaya kalau ada hal-hal ganjil bisa diperbaiki secepat mungkin. 

Dibutuhkan aplikasi tambahan seperti Canva untuk membuat desain konten yang lebih meriah dan cantik. Oh ya untuk foto di undangan digital, kami berdua tidak merencanakan prewed yang serius. Kebetulan ada libur panjang di bulan Mei, kami berangkat ke Bromo dan menggunakan paket trip 300 ribu per orang yang sudah termasuk dokumentasi. 

Undangan digital yang kami buat terasa spesial bagi kami. Tempat menumpahkan kreasi dengan tulus, Kalau kata ayah angkat Po dalam film Kungfu Panda "To make something special, you just have to believe it's special". Salam takzim. 

Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
kapal-muntok-tanjung-api-api

Bercerita pengalaman itu tidak akan habis jika kita bagikan, justru kita akan mendapatkan lebih banyak. Begitulah penggalan kalimat dari seorang yang saya kagumi di Kemenkeu, siapa lagi kalau bukan Bu Sri Mulyani. Namun pada artikel kali ini saya tidak bercerita tentang beliau, juga bukan tentang Kemenkeu. Melainkan cerita tentang pertama kali mencoba naik kapal laut dari Pelabuhan Tanjung Kalian Muntok di Pulau Bangka menuju Pelabuhan Tanjung Api-api di Sumatera Selatan.

Biasanya saya pulang ke Sumsel menggunakan pesawat, waktu tempuh yang lebih singkat menjadi alasan utama. Namun kali ini saya harus menggunakan mobil, karena barang bawaan cukup banyak. Selain itu untuk mempermudah mobilitas di kampung, keluarga perlu mobil untuk berangkat ke Pagaralam, kampung calon istri. 

Ya, saya pulang kampung untuk meminang seorang perempuan yang sudah saya kenal lama. Mantap sudah persiapan, Alhamdulillah semuanya berjalan lancar. Lebih berkesan lagi, ada beberapa hal yang kami siapkan sendiri, tanpa vendor dan bantuan orang lain. Seperti membuat undangan digital dan mencetak undangan fisik. Sepertinya terlalu melebar jika dijelaskan tentang persiapan pernikahan kami. Insyaallah, kalau luang waktu akan saya bagikan ceritanya, termasuk spreadsheet berjudul "prepare landing on you" yang kami susun bersama.  

Cara memesan tiket kapal Muntok Tanjung Api-api Secara online

laman-mesan-tiket-kapal-muntok-tanjung-api-api

Kini pemesanan tiket kapal ferry sudah diwajibkan melalui sistem online di website. Adapun langkah yang perlu diperhatikan jika hendak memesan tiket kapal dari Muntok ke Tanjung Api-api adalah sebagai berikut :

  • Langkah pertama yaitu pembuatan akun pada laman https://trip.ferizy.com/signup , lengkapilah form tersebut berupa identitas kita.
  • Selanjutnya pada laman https://trip.ferizy.com/, lengkapi isian yaitu pelabuhan asal ketik Pelabuhan Tanjung Kalian, Bangka Belitung
  • Pada Pelabuhan tujuan ketik Pelabuhan Tanjung Api Api, Sumatera Selatan.
  • Untuk layanan pilih reguler
  • Lalu jenis pengguna jasa pilih Golongan IV - Penumpang, untuk Kendaraan penumpang roda 4 (sedan, jeep dan sejenisnya dengan panjang maks 5 Meter)
  • Kemudian tanggal dan jam keberangkatan pilih sesuai tanggal yang kita inginkan. Jam keberangkatan kapal paling awal pukul 07.00 lalu paling akhir pukul 23.00 WIB.
  • Harga tiket kapal untuk golongan IV - Penumpang yaitu sebesar Rp 1.051.200

Tips memilih jadwal keberangkatan kapal dari Muntok ke Tanjung Api-api

gerbang-pelabuhan-penyeberangan-muntok

Nah ini bagian terpenting dalam pemilihan jam keberangkatan, waktu check in atau masuk kapal dapat dilakukan dua jam sebelum keberangkatan, jika kita pilih jam sembilan maka mobil kita sudah bisa masuk pada pukul tujuh pagi. Saya sarankan jangan terlalu mepet datang ke pelabuhan dengan jadwal keberangkatan. 

Saya waktu itu memilih jam keberangkatan pukul sembilan pagi. Berangkat dari rumah di Sungai Liat sekitar pukul empat shubuh. Waktu normal perjalanan dari Sungai Liat maupun Pangkalpinang ke Pelabuhan Tanjung Kalian di Muntok sekitar tiga jam perjalanan, sehingga kami tiba di sana sekitar pukul tujuh pagi. 

mercusuar-tanjung-kalian-muntok
indomaret-pelabuhan-tanju-kalian-muntok

Nah jika kalian hendak memilih jadwal keberangkatan kapal pukul tujuh pagi, saya sarankan berangkat lebih awal, bisa jam dua atau tiga dini hari. Bahkan bila perlu menginap di Muntok saja. Karena kalau telat, tiket yang sudah kita pesan akan hangus. Sayang kan uang sejuta melayang begitu saja. Mending nunggu di pelabuhan lebih lama, di sana ada warung untuk makan dan ngopi, juga ada indomaret meski tidak 24 jam. Oh ya kalau sempat cobalah main ke mercusuar yang dibangun tahun 1862. 

Lama penyeberangan kapal dari Muntok ke Tanjung Api-api

membawa-mobil-masuk-kapal-dari-muntok-ke-tanjung-api-api

Waktu rata-rata penyeberangan biasanya hanya tiga jam, namun itu dalam kondisi normal. Jika air laut sedang surut, kapal akan kesulitan untuk sandar di pelabuhan. Nah jika ombaknya sedang ganas, biasanya kapal juga akan melaju pelan. Saya waktu itu perjalanan kapalnya hingga empat jam. 

ruang-tidur-kapal-muntok-tanjung-api-api

Apa yang bisa kita lakukan untuk membunuh rasa bosan di kapal? bisa nonton, nyemil, baca, dengar musik, dan aktivitas yang kalian sukai. Bisa juga tidur, karena di dalam kapal juga disediakan kabin khusus tempat tidur.

kapal-tongkang-di-perairan-bangka-sumsel

Buat yang pertama kali naik kapal dari muntok ke Tanjung Api-api, sayang banget kalau cuman tiduran. Saya menikmati perjalanan dengan memandangi lautan, melihat kapal-kapal tongkang pengangkut batu bara lalu-lalang. Kapal ferry yang berlawanan arah juga saya perhatikan, sambil merenung begitu bergantungnya Pulau Bangka dengan kapal-kapal penyeberangan seperti ini. 

Bisa dibayangkan kalau ombak lagi ganas-ganasnya, bagaimana kabar logistik seperti bahan bakar minyak yang dikirim dengan kapal. Makanya tak jarang di SPBU ada tulisan "bbm sedang dalam proses pengiriman".

pelabuhan-tanjung-api-api

Pukul satu siang, kapal bersandar di Pelabuhan Tanjung Api-api. Mobil beringsut keluar pelabuhan, langit yang sudah terlihat mendung sedari tadi akhirnya menumpahkan air hujan yang deras. Hujan yang menurunkan keberkahan bagi umat manusia, hujan yang mengiringi do'a kami untuk melangkah bersama. 

Terima kasih do'anya orang-orang baik, perjalanan naik kapal pertama kali dari Muntok ke Tanjung Api-api berjalan lancar meski agak lebih lambat dari waktu normal. 

Share
Tweet
Pin
Share
2 komentar
Older Posts

Buku Menulis Cerita Perjalanan

Buku Menulis Cerita Perjalanan
Pada tahun 2023, buku pertama saya berjudul Menulis Cerita Perjalanan resmi diterbitkan oleh Penerbit Jejak. Melalui buku ini saya menceritakan perjalanan selama berkunjung ke berbagai daerah di Indonesia. Saya ingin perjalanan-perjalanan tersebut, tidak menguap begitu saja tidak ada bekas dan jejaknya. Jika para pembaca tertarik membacanya dapat klik gambar buku atau melalui link berikut : Shopee : https://id.shp.ee/hXGJwGT dan Toko Buku Jejak : https://tokobukujejak.com/detail/menulis-cerita-perjalanan-FCONM.html

Popular Posts

  • Kolam Renang Bojana Tirta, Murah dan Nyaman
  • Solo Traveling ke Lahat Dengan Kereta Api
  • Naik Motor ke Pik 2, Memang Bisa?
  • Stadion Taman Sari Mangga Besar Jakarta, Jejak Sepakbola di Ibu Kota
  • Perjalanan ke Banda Neira Dengan Pesawat Sam Air

Tentang Penulis

Halo para pembaca, penulis adalah seorang pemuda kelahiran tahun ’97. isi blog ini seputar cerita dan catatan penulis ketika berkunjung di beberapa provinsi di Indonesia, tujuan membuat blog ini supaya dapat bermanfaat bagi para pembaca terutama yang mempunyai hobi traveling. penulis dapat dihubungi dengan berkirim email ke dodonulis1@gmail.com

Mencoba Bertahan - G.A.V.K - Song - 2022

Mencoba Bertahan - G.A.V.K - Song - 2022

recent posts

    Pages

    • Privacy Policy
    • About Me
    • Disclaimer
    • Contact

    BloggerHub

    BloggerHub Indonesia

    Created with by ThemeXpose